Menurut Made, partisipasi Indonesia dalam bursa pariwisata Malaysia diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia. Malaysia sendiri merupakan salah satu pasar utama pariwisata nasional dengan target 3,1 juta kunjungan wisatawan asal Malaysia pada 2026.
“Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, promosi Wonderful Indonesia tidak berhenti pada peningkatan awareness, tetapi diarahkan untuk menghasilkan conversion menjadi perjalanan wisata ke Indonesia. Kami juga mendorong wisatawan Malaysia mengenal lebih banyak destinasi Indonesia, memperpanjang masa tinggal, serta meningkatkan pengeluaran selama berwisata di Indonesia,” katanya.
Libatkan 10 Pelaku Industri Pariwisata
Dalam MATTA Fair 2026, Kemenpar memfasilitasi 10 pelaku industri pariwisata Indonesia sebagai co-exhibitor di Paviliun Wonderful Indonesia.
Para pelaku industri tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari biro perjalanan wisata, operator tur, perhotelan dan akomodasi, pengelola destinasi wisata, hingga sektor transportasi.
Kesepuluh co-exhibitor itu yakni Amerta Travel Service, Batam View Hotel, DTW Pantai Pandawa, JS Luwansa Hotel & Convention, Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir, Padma Hotel Bandung, Panca Wisata Travel, Pasir Putih, PT Bali Sundaram Travel, serta PT Kereta Cepat Indonesia China.
Keterlibatan pelaku industri tersebut memperluas ragam produk dan destinasi yang ditawarkan kepada wisatawan Malaysia. Destinasi yang dipromosikan mencakup Bali, Lombok, Samosir, Batam, Jakarta, Yogyakarta, hingga Jawa Barat.








